Feeds:
Tulisan
Komentar

163_originalBingung juga rasanya ketika baru saja menggunakan aplikasi word 2007 untuk tulis menulis, maklum selama ini jarang banget menggunakan bahkan bisa di bilang tidak pernah menggunakan aplikasi word baik yang 2000, 2003 maupun ,2007. sekedar untuk diketahui selama ini saya menggunakan open office.org yaitu aplikasi perkantoran yang digunakan untuk tulis menulis yang terdapat pada F/OSS yang sifatnya tentu saja LEGAL dan MURAH. Tetapi karena tuntutan pekerjaan dan ditempat saya menggunakan Windows XP dan aplikasi untuk menulis menggunakan word 2007, mau tidak mau saya harus mempelajari juga. Pertama-tama saya masih bingung ketika mencari fungsi yang ada walaupun secara garis besar tidak ada perbadaan yang jomblang antara word sama open office.org, tetapi karena masih asing letak-letaknya bingung juga.
pernah saya di suruh untuk mengetik cuma beberapa lembar saja tapi memakan waktu yang lama, sebenarnya sih bisa di bilang saya paham fungsi-fungsi yang dibutuhkan tetapi karena belum tau letak-letaknya pekerjaanpun jadi terhambat.
Pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas kebingungan saya dalam menulis dan untuk mengetahui letak-letak fungsinya, tetapi saya akan memabahas ketika word 2007 yang saya gunakan tidak bisa untuk mencetak gambar, foto maupun shapes.
Jadi ketika saya memasukan file gambar atau membuat shapes kelihatan sih tidak ada masalah atau normal-normal aja, akan tetapi masalah itu timbul ketika gambar tersebut mau di cetak/di print. ternyata ketika di print preview yaitu fungsi untuk melihat sementara file yang akan kita cetak tidak nampak alias kosong, tentu saja ketika di printpun tidak ada hasilnya hanya kertas kosong saja.
Karena bingung dan coba tanya ke teman yang lebih pinter juga ga bisa akhirnya saya sharing di DISKUSIWEB.COM, Alhamdulillah di forum itu saya mendapat jawabanya, begini langkah-langkahnya,
1. masuk ke Print preview
2. masuk Display, pada printing options centang print drawing created in word dan print background colors and images
3. kemudian pada Advanced pada pilhan print, centang print in background
4. setelah itu tekan OK.
Sekarang anda sudah dapat mencetak gambar dan shapes pada 2007, mudahkan.

Ketika anda mengggunakan SO (Sistem Operasi) yang masih menggunakan aplikasi word 2003 untuk tulis menulis,mungkin anda akan di bingungkan ketika anda disuruh maupun ingin menulis rumus-rumus matematika maupun yang lainya yang kelihatan sangat ribet. Ketika anda mencari fungsi pada toolbar untuk penulisan rumus tersebut ternyata fungsi tersebut tidak ada. Memang pada word 2003 sedikit berbeda dengan word 2007 dimana pada word 2007 fungsi penulisan rumus tersebut sudah tersedia dan langsung dapat di gunakan. Tapi bagi para pengguna word 2003 jangan panik, karena tulisan ini di buat bertujuan untuk membantu anda semua untuk memunculkan fungsi rumus tersebut.
Berikut langkah-langkahnya :
1. Masuk ke dalam aplikasi Microsoft Office Word 2003,

2. Setelah itu klik kanan pada mouse Anda, maka akan tampil menu pop-up Dan pilih Customize di pilihan paling bawah.

3. Tampilan berikutnya adalah seperti gambar di bawah ini yang secara default (normal/ standar), posisi tab menu berada di tab Toolbars. Maka, posisikan berada pada tab Commands.

coom

4. Pada layar Customize, lihat seperti gambar disamping untuk menentukan perintah (command) yang ingin ditampilkan. Di Data List Categories, pilih saja All Commands. Dan pada Data List Commands, cari perintah (command) yang ingin Anda tampilkan. Disini, saya mencontohkan untuk mencari fungsi perintah yang akan ditampilkan (membuat rumus), yaitu InsertEquation.

tamp

5. Jika sudah sesuai seperti gambar diatas, klik tahan dan geser (Click and Drag) ke posisi disamping perintah yang sudah ada (Lihat gambar).

mic

6. Gambar disamping menunjukkan bahwa tombol perintah rumus (baca: Equation) yang sudah ditampilkan, tetapi masih belum ada isinya. Langkah selanjutnya adalah install dengan menekan tombol Yes. (Jangan lupa CD Microsoft Office 2003 yang sudah dimasukkan pada CD-ROM).
inst

7. Gambar disamping menunjukkan proses pencarian dan peng-install-an.
use

8. Gambar dibawah menunjukkan pencarian dan peng-install-an yang gagal karena tidak ditemukan program PRO11.MSI yang terdapat pada CD Microsoft Office 2003. Jangan menyerah, Pilih tombol Browse untuk membantu pencarian jika kita memang yakin ada CD Microsoft Office 2003 yang telah dimasukkan ke CD ROM Anda.
rum

9. Gambar diatas menunjukkan tampilan fungsi rumus (Equation) pada Microsoft Office Word 2003 yang sedang dicoba.

Ketika anda Mengambil sebuah foto dan hasilnya kurang terang ataupun kurang cerah, jelas itu sangat mengurangi nilai dari foto tersebut. Sehingga foto yang dihasilkan seharusnya mempunyai nilai yang lebih dan memperlihatkan keindahannya, dengan hasil jepretan yang kurang terang tentunya mengurangi estetika atau keindahan dari foto tersebut. Bahkan tidak memungkiri Andapun akan terkena imbas dari foto tersebut sebagai seorang fotografer.

Ketika Anda mengalami hal tersebut pastinya Anda ingin memperbaiki hasil jepretan tersebut dengan lebih memperhatikan pencahayaan supaya hasilnya lebih jelas. Tetapi Anda tidak perlu mengambil ulang gambar dari objek tadi karena pada aplikasi The Gimp anda dapat mengedit hasil foto tersebut sehingga akan nampak lebih terang.

Pada aplikasi the gimp pencerahan foto untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih bagus hanya melalui 3 (tiga) langkah yaitu, duplikasi layer, blur foto, ubah layer mode.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Buka Foto yang akan di edit
2. Duplikasi layer dengan cara Layer -> Duplicate Layer atau ( Shift + Ctrl + D )
3. Kemudian kita akan nge-blur foto untuk memberikan efek soft light nantinya. Filters -> Blur -> Gaussian Blur…
4. Pada blur radius ganti nilai Horisontal dan vertikal dengan 7 kemudian klik OK
5. Untuk terakhir ganti layer mode dengan layar. caranya buka dialog–>layer

Untuk tahap yang terakhir atau ke-5 anda juga bisa bermain dengan fitur yang tersedia disitu anda bisa bereksperimen untuk mengahisilkan gambar yang kereatif dan menarik.

Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum’at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

Rasulullah SAW bersabda: “Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’, 4:103)

Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.”

“Ahh…, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh…, aku sungguh menyesali umatku.”

“Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya Aisyah RA. “Aku bersama Abu Hurairah.”

Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

“Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?”

“Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia berkata, “Bacalah!”

“Apa yang harus kubaca?”

“Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

“Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?”

“Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat.”

Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”

Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama.” (HR. Imam Baihaqi)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda”Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.

“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya.” (HR. Thabrani)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

“Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

*Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

smoga bermanfaat,
disadur dari:http://www.dudung.net/artikel-islami/mengakhirkan-dan-meninggalkan-sholat.html

valFebruari tidak bedanya dengan bulan-bulan yang lain di tahun masehi, mungkin yang membedakan bulan februari ini memilik jumlah hari yang lebih sedikit dengan bulan yang lain. Tapi dalam jumlah hari yang sedikit itu ada satu hari dimana sebagian besar orang menungu-nunggu datangnya hari itu. Hari dimana semua orang mencurahkan semua kasih sayang, perhatian, kapada seseorang yang dicintai dan sayangi. Hari yang dikenal dengan sebutan “Valentine Day” yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari, Saat itulah semua orang akan menunjukan rasa sayang dan cintanya dengan memberikan sesuatu yang melambangkan sayang dan cinta kepadanya, bisa berupa cokelat, kado ataupun hadiah yang lain.

Sebelum kita ikut-ikutan merayakan yang namanya “Valentine Day” lebih baik kita menilik kebelakang apakah memang hari valentine merupakan budaya bangsa indonesia yang notabenya adalah negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia. Dibawah sini saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah asal mula adanya “Valentine Day”.

Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.

Setelah kita membaca sepenggal cerita diatas kita bisa memberikan kesimpulan bahwa hari valentine itu bukan kebudayaan dari bangsa indonesia tetapi dari bangsa romawi untuk menghormati seorang pendeta yang telah dianggap telah berperan besar dalam menegakan percintaan dan kasih sayang di bangsa romawi pada waktu itu.

Budaya yang di bawa dari barat ini sekarang sudah menjalar dan menjadi tradisi di bangsa Indonesia, di hari itu rakyat indonesia tidak mau kalah dengan rakyat-rakyat di belahan dunia, mereka ikut-ikutan berbagi kasih sayang dan cinta dengan memberikan sesuatu yang dianggap dapat mewakili perasaanya.

Yang lebih parah lagi kebanyakan dari orang yang merayakan hari valentine tersebut adalah mereka yang beragama islam. Padahal jelas-jelas telah dilarang oleh Allah SWT dalam firmanya di surat Al-An’am : 116, yang berbunyi: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”.

Allah juga menambahkan dalam firmanya di surat Al-Isro :36 :“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya

Firman – firman Allah SWT tersebut jelas-jelas melarang kita untuk menjalankan apa yang kita tidak tau dasar dan hukumnya, termasuk dengan merayakan hari Valentine ini. Budaya yang tidak pernah diajarkan oleh agama Islam dan bangsa Indonesia sendiri. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan kita dalam berbuat dan melangkah sehingga selalu mendapat keridhoan dari Allah SWT. amin

Usianya baru 10 tahun tapi sudah di klaim dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, Mohammad Ponari, itulah nama dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa timur. Bocah yang sekarang duduk di kelas 3 Sd ini sekarang dielu-elukan oleh masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal itu terjadi setelah Ponari menemukan batu ajaib berbentuk kepala belut dan sebesar kepalan tangan.

Menurut Ponari sebenarnya tugas utamanya adalah menghentikan semburan lumpur lapindo yang belum juga berhenti sampai sekarang. Perintah tersebut dia peroleh lewat mimpinya, tetapi banyaknya dari masyarakat yang lebih membutuhkan pengobatanya dan belum adanya kesepakatan antara Keluarga ponari dengan pihak yang bersangkutan maka ponari menunda proses tersebut. Karena menurutnya jika batu ajaib itu di gunakan untuk menutup semburan lumpur tersebut maka batu itu tidak akan kembali lagi.

Metode penyembuhan yang di tawarkan ponari sebenarnya cukup sederhana sekali, Pasien yang sudah mengantri dan memmbawa air putih disuruh masuk ketempat praktiknya, Kemudian Ponari sambil di gendong oleh kerabatnya, Berkeliling ke pasien yang telah mengantri tersebut dengan mencelupkan batu ajaibnya kedalam air putih yang telah di siapkan. Air putih yang yang telh di celupi batu ajaib tersebut kemudian di minum untuk penyembuhan penyakitnya.

Walaupun Kebenaran dari penyembuhan tersebut belum terbukti, tapi masyarakat yang berbondong-bondong untuk merasakan penyembuhan ala ponari si dukun cilik tiap hari makin berjubel, Ribuan orang dari dalam dan luar kota jombang berdatngan. Bahkan karena banyaknya waraga yang datang proses penyembuhan tersebut telah menelan beberapa korban. Ironi memang orang yang datang sedianya ingin mencari kesembuhan malah kematian yang datang.

Marilah kita ambil hikmah dari peristiwa tersebut, Semoga kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran buat kita.

“Behind the Scene” (1):
Tingkah Laku Para Presiden Indonesia
Dari Soekarno Sampai SBY : Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa” karya Prof. Dr. Tjipta Lesmana, MA.

Suatu ketika, pada era pemerintahan Gus Dur, Laksamana Sukardi (Menteri
Negera Badan Urusan Negara) ikut serta dalam kunjungan kenegaraan ke Eropa
dan Asia. Jadwal Presiden sangat ketat sehingga membuatnya teler. Para
anggota rombongan pun kelelahan luar biasa.
Di Seoul, Gus Dur menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Korea.
Kedua pemimpin negara duduk berdampingan. Perdana Menteri Korea berbicara
kalimat demi kalimat yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah. Rupanya,
karena sangat lelah dan tidak menarik mendengarkan terjemahan, Gus Dur
tertidur.
Pada salah satu bagian, PM Korea berujar, ”Mr President, we have an excelent
nuclear technology for power plant. If you are interested, we would be happy to
have it for you. (Tuan Presiden, kami memiliki teknologi nuklir yang canggih
untuk pembangkit tenaga. Kalau Anda berminat, kami bisa mengusahakannya
untuk Anda),” Pemerintah Korea menawarkan bantuan teknologi nuklir untuk
pembangkit listrik Indonesia.
Saat itu, Gus Dur tidur pulas sekali. Selesai pernyataan itu diterjemahkan dalam
bahasa Inggris, PM Korea menoleh ke arah Gus Dur menunggu jawaban.
Namun, tidak ada jawaban. Laksamana cepat-cepat membangunkan Gus Dur.
“Gus… Gus… bangun! Gus… dia tanya apakah kita interested dengan power
plant technology yang dia punya.”
Gus Dur karena baru terbangun dari tidurnya dan belum berkonsentrasi
langsung nyeplos, “My Minister ask about your nuclear technology…! (Menteri
saya bertanya tentang teknologi nuklir yang Anda miliki),”
Laksamana geli bercampur malu. Anggota rombongan pun tersipu-sipu, tidak
berani melihat wajah PM Korea. “Kita semua malu. Merah muka kita di hadapan
Perdana Menteri Korea,” tutur Laksamana.
Demikian salah satu cerita yang terungkap dalam buku Dari Soekarno sampai
SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa karya Prof Dr Tjipta Lesmana, MA.
Buku yang baru diluncurkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada
pertengahan bulan November menguak pola komunikasi politik enam presiden
yang pernah memimpin Indonesia, dari Soekarno hingga Susilo Bambang
Yudhoyono. Tjipta melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Ia
melakukan wawancara secara mendalam dengan 25 orang yang dekat dengan
keenam presiden itu.
Sebagian besar informan adalah mantan menteri sehingga mereka sering
berkomunikasi dengan Presiden. Dari pengalaman berinteraksi itulah mereka
bercerita dan memaparkan apa saja yang diketahuinya tentang komunikasi
politik sang presiden dan kesan mereka terhadap kepemimpinan presiden
tersebut.
Buku setebal 396 halaman itu mengungkap gaya komunikasi para presiden
Indonesia dalam beragam kondisi. Soekarno digambarkan sebagai sosok yang
banyak bicara dengan bahasa lugas, tanpa tedeng aling-aling. Sementara itu,
gaya Soeharto berada di ekstrem yang lain, hight context, para pembantunya
harus pintar memahami yang tersirat di balik yang tersurat, plus memahami
senyumnya yang multitafsir.
Habibie digambarkan sebagai pribadi yang terbuka, tetapi terkesan mau menang
sendiri dalam berwacana dan alergi terhadap kritik. Abdurrahman Wahid atau
Gus Dur juga memiliki gaya yang sangat terbuka, demokratis, tapi cenderung
diktator. Gus Dur sangat impulsif. Ia bisa tertawa terbahak, tetapi bisa juga
menggebrak meja sekerasnya di depan komunikannya.
Megawati lain lagi. Meski dipandang cukup demokratis, pribadi Megawati dinilai
tertutup dan cepat emosional. Ia alergi pada kritik. Komunikasinya didominasi
oleh keluhan dan uneg-uneg, nyaris tidak pernah menyentuh visi misi
pemerintahannya. Dan, tanpa diragukan lagi, tulis Tjipta, Megawati adalah
seorang pendendam.
Selanjutnya, Susilo Bambang Yudhoyono digambarkan sebagai sosok yang
demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap
kritik. Hanya, sayang, konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Ia dipandang sering
berubah-ubah dan membingungkan publik.
Yang menarik dari buku ini adalah semua analisis ditarik berdasarkan kisah-
kisah kecil interaksi sehari-hari antara presiden dan para menterinya. Sebagian
kisah itu tak pernah muncul ke publik sebelumnya.
“Behind the Scene” (2):
Megawati Lebih Antusias Bicara Soal “Shopping”

Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima. Bisa disebut ia
adalah Presiden Indonesia paling pendiam. Putri Bung Karno ini sepertinya
seorang pengikut fanatik pepatah kuno “Silence is Gold”. Tapi, diamnya
Megawati seringkali kelewatan. Ia tetap tak bersuara bahkan ketika negeri ini
membutuhkan kejelasan sikapnya. Sampai-sampai (Alm) Roeslam Abdulgani,
tokoh pejuang 45, berseru, “Megawati bicaralah sebagai Presiden!”
Kenapa Megawati lebih banyak diam?
Tjipta Lesmana dalam bukunya “Dari Soekarno Sampai SBY: Intrik dan Lobi
Politik Para Penguasa” mengisahkan, pada suatu hari, saat masih menjabat
sebagai Presiden, Megawati Soekarnoputri tampak tengah berbincang lama
sekali dengan seorang menterinya di kediaman resminya, di Jl Teuku Umar,
Jakarta. Sementara perbincangan berlangsung, seorang pembantu dekatnya
yang lain menunggu dengan gelisah. Pasalnya, ia sudah menunggu lama lewat
dari waktu yang dijanjikan untuk bertemu.
Usai pembicaraan Megawati dengan menterinya, pembantu ini bertanya kepada
si Menteri. “Lama amat sih kamu ngobrolnya. Apa saja sih yang dibahas?”
”Enggak ada, Mas. Kita ngobrol hal-hal lain yang enggak ada kaitannya dengan
negara!” jawab Sang Menteri sambil tertawa lebar (hal. 272).
Itulah Megawati. Berdasarkan penuturan Laksamana Sukardi, mantan menteri
negara Badan Usaha Milik Negara, jika berdiskusi dengan pembantunya, lebih
sering soal-soal ringan seperti masakan, tanaman, dan shopping. Pembicaraan
dengan topik itu bisa membuat diskusi dengan Megawati berlangsung lama.
Tapi, jika sudah menyentuh soal pekerjaan atau negara, daya fokusnya sangat
terbatas. Konsentrasinya kurang cukup untuk terus menerus fokus ke
permasalahan. Hal ini menimbulkan kesan Megawati orang yang tidak mau repot
dalam mengurus negara.
Mantan pentiggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini hengkang dan
mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan, Roy BB Janis, menuturkan dalam
buku itu, dalam sidang kabinet Megawati biasanya lebih banyak diam. Kalaupun
angkat suara fungsinya hanya sebagai pengatur lalu lintas. Kalau ada dua
menteri saling berdebat di sidang kabinet, Megawati hanya menonton, jarang
memberikan pendapatnya sendiri atau menengahi keduanya, meski perdebatan
sudah berada pada tingkat ‘panas’.
Ada cukilan kisah menarik tentang diamnya Megawati. Menjelang tutup tahun
2002 aksi-aksi unjuk rasa anti pemerintah, terutama dilancarkan mahasiswa,
menunjukkan eskalasi yang tinggi. Aksi ini menyusul kebijakan pemerintah
menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Di tengah ingar bingar unjuk rasa
itu, beredarlah rumor yang menyebutkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja
mengompori rangkaian unjuk rasa itu.
Sebagai orang yang ikut bertanggung jawab atas stabilitas pemerintah,
Hendropriyono (Kepala Badan Intelijen Negara), Susilo Bambang Yudhoyono
(Menteri Koordinator Politik dan Kemanan), dan Da’i Bachtiar (Kapolri), rupanya
terus memeras otak untuk mencari tahu siapa dalang aksi-aksi ini. Lantas, dalam
rapat kabinet tanggal 20 Januari 2003, muncul empat nama yang disebut-sebut
sebagai pihak yang berada di belakang aksi unjuk rasa. Mereka adalah Jenderal
Wiranto, Fuad Bawazier, Adi Sasono, dan Eros Djarot.
Tentang Fuad Bawazier, memang diketahui lama adalah mitra bisnis Rini
Suwandi yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan
dalam kabinet Megawati. Kemitraan mereka terjadi jauh sebelum Rini menjadi
menteri.
Suatu hari bertemulah Hendropriyono dan Rini Suwandi di kediaman Megawati
di Jl Teuku Umar. Hendro menegur keras Rini soal sepak terjang Fuad. Kata-
kata Hendro meluncur tanpa tedeng aling-aling. Teguran itu begitu menyakitkan
Rini hingga ia menangis sambil memeluk Megawati. Apa reaksi Presiden?
Megawati hanya tersenyum menyaksikan adegan perang mulut antara dua
pembantu dekatnya (hal. 276).
Pendendam
Semua orang mafhum, hingga detik ini Megawati emoh bertemu dengan Susilo
Bambang Yudhoyono, Presiden berkuasa yang notabene adalah mantan
pembantunya di kabinet. Dalam upacara kenegaraan memperingati ulang tahun
kemerdekaan Indonesia ke-63, 17 Agustus, tahun ini, Megawati tidak hadir.
Ketidakhadirannya diyakini karena faktor Yudhoyono sebagai Presiden.
Tjipta menulis, “di mata Megawati, Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) tidak lebih
seorang pengkhianat, bahkan seorang Brutus yang sadis,” (hal.303). Ini semua
karena sikap “diam-diam” SBY yang mencalonkan diri sebagai Presiden pada
Pemilu 2004. SBY dinilai tidak jantan. Beberapa kali Megawati bertanya kepada
SBY apakah akan maju dalam Pemilu 2004. Dengan diplomatis SBY menjawab,
“Belum memikirkan soal itu, Bu. Saya masih konsentrasi dengan tugas selaku
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.” (hal. 288).
Namun, Megawati dan kubunya menaruh kecurigaan besar terhadap SBY dan
timnya. Perseteruan di balik selimut pun terjadi. Terungkap ke publik bahwa
Megawati mengucilkan SBY dari sidang-sidang kabinet. Sikap Megawati ini
menguntungkan SBY karena dengan itu SBY tampil di media sebagai korban
kezaliman Megawati.
12 Maret 2004 SBY mengirimkan surat pengunduran diri dari kabinet. Dua hari
kemudian ia terbang ke Banyuwangi, berkampanye untuk Partai Demokrat. Pada
putaran kedua pemilu 2004 SBY menang gemilang dalam pemungutan suara.
Megawati sedih dan menangis.
Semua orang tahu, saat pelantikan SBY di Gedung MPR pada 20 Oktober 2004
Megawati tidak hadir, padahal banyak orang dekat membujuknya datang. Semua
orang juga tahu, pagi itu Megawati bahkan tidak duduk di depan pesawat
televisinya, tapi sibuk berkebun.
Menurut penuturan Roy BB Janis, kegusaran dan kebencian Megawati
diartikulasikan dalam rapat DPP PDIP. “Kalau orang lain, Amien Rais Presiden,
Wiranto Presiden, siapalah, saya datang. Tapi, kalau ini (SBY) saya enggak bisa,
karena dia menikam saya dari belakang,” begitu kata Megawati seperti ditirukan
Roy (hal.289).
“Behind the Scene” (3):
Gus Dur Menggebrak Meja Hingga Meraung-raung

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah presiden Indonesia ke-4. Masa
kepemimpinannya tidak lama, hanya 21 bulan (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001).
Ia dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dipimpin Amies Rais
dan digantikan Megawati Soekarnoputri.
Meski rentang kepemimpinannya paling singkat dalam sejarah Indonesia, namun
sepak terjangnya banyak menuai kontroversi. Manuver-manuvernya sulit
dipahami. Gayanya yang ceplas-ceplos menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Tjipta menyebut dalam bukunya “Dari Soekarno Sampai SBY: Intrik dan Lobi
Politik Para Penguasa”, Gus Dur tidak bisa memisahkan statusnya sebagai kiai
dan Presiden Republik Indonesia. Statusnya sebagai kiai bahkan kerap lebih
menonjol daripada sebagai Kepala Negara. Akibatnya, komunikasi politik Gus
Dur kacau. Sebagai kiai Gus Dur adalah sosok yang terbuka terhadap siapa
saja, termasuk terbuka terhadap segala informasi yang dibisikan kepadanya.
Cilakanya, Gus Dur sering percaya begitu saja pada bisik-bisik orang tanpa
pernah lagi mengeceknya. Gara-gara bisik-bisik ini pula ada orang kehilangan
kesempatan emasnya berkarir di luar negeri.
Laksamana Sukardi, kala itu Menteri Negara Badan Urusan Milik Negara,
menuturkan dalam buku tersebut, suatu kali dipanggil Gus Dur ke istana. Gus
Dur menyampaikan, ada orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan
reputasi sangat baik. Ia masih muda dan pintar. Gus Dur ingin Laksamana
mencarikan posisi untuk orang itu. “Dia pintar sekali. Lalu dia mau ditarik ke New
York. Kan, sayang kalau ada anak muda yang pintar, masak kerja di luar negeri.
Tolong, deh,” ucap Gus Dur seperti ditirukan Laksamana.
Tak lama setelah hari itu, Laksamana kembali menghadap Gus Dur. Ada posisi
lowong sebagai direksi Indosat. “Gus, ingat enggak ini orang, anak muda yang
tempo hari Gus titipkan ke saya? Dia lebih cocok di Indosat, Gus,” kata
Laksamana.
Gus Dur rupanya sudah lupa. Setelah berpikir agak lama, tiba-tiba ia menjawab
lantang,”Enggak bisa itu orang!”
“Lho, kenapa, Gus?!” Laksamana terperanjat.
”Dia bawa lari isteri orang.”
Laksamana kaget setengah mati. Pasalnya, ia sudah menyuruh orang itu keluar
dari perusahaan tempatnya bekerja, bahkan diminta secepatnya keluar karena
ada perintah Presiden. Orang itupun sudah ada di Indonesia. Laksamana
kemudian meminta orang itu menghadap ke kantornya.
”Mas, kok Gus Dur bilang kamu bawa lari isteri orang?” tanya Laksamana.
”Demi Allah, Pak! Saya masih dengan isteri saya yang sekarang,” jawab orang
itu.
Usut punya usut, ternyata Gus Dur mendapat bisikan dari orang tertentu tentang
anak muda ini. Dan, faktanya bisikan itu tidak benar. Anak muda bergelar PhD ini
akhirnya bekerja di sebuah bank swasta. Laksamana merasa kasihan.
Bagaimana tidak! Karirnya di perusahaan luar negeri itu sudah bagus, tapi gara-
gara seorang pembisik nasibnya jadi kacau balau (hal. 207).
Gus Dur menangis meraung-raung
Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang emosional. Bila marah, ia bisa
menggebrak meja dan kata-kata keras meluncur dari mulutnya. Salah seorang
mantan menteri yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan, ia pernah
dimarahi habis-habisan. Ceritanya begini:
Ada seorang kerabat Gus Dur duduk dalam pemerintahan. Sebut saja namanya
XZ. Gus Dur sebenarnya tidak pernah mengangkat XZ. Namun, seorang
pimpinan salah satu instansi pemerintah mengangkat XZ sebagai pejabat eselon
1. Mungkin, orang itu berpikir dengan mengangkat kerabat Gus Dur karirnya
akan jadi lebih baik mengingat kedekatan XZ dengan Gus Dur.
Namun, sebagai pejabat eselon 1, XZ diketahui kerap “memeras” sejumlah
konglomerat keturunan Tionghoa. Para pengusaha ini mendapat semacam
“bantuan” tapi dengan imbalan yang sangat besar.
Sang menteri tersebut, sebut saja AB, melaporkan perilaku XZ kepada Gus Dur.
Gus Dur marah. AB dicaci maki Gus Dur karena Gus Dur tidak memercayai
laporan AB.
Beberapa hari kemudian, AB dipanggil Gus Dur ke istana. Pertemuan empat
mata. Begitu masuk ke ruang kerja Gus Dur, AB melihat Gus Dur menangis
meraung-raung. Ia tampak dilanda kesedihan luar biasa. Lama Gus Dur tidak
bisa bicara, hanya menangis dan menangis.
AB bingung, tidak tahu apa yang sedang dialami Gus Dur. Ia berusaha
menenangkan Gus Dur. “Gus, tenang, Gus. Tenang, Gus! Ada masalah apa?”
ucapnya sambil mengusapi dan memijat-mijat tangan Gus Dur. Sesaat
kemudian, Gus Dur berusaha menguasai dirinya, sebelum akhirnya membuka
suara.
Intinya, ia mengakui kebenaran informasi tentang perilaku XZ yang pernah
disampaikan AB. “Saya malu! Sangat malu! Ternyata, apa yang kamu laporkan
kepada saya memang benar semua! Kurang ajar dia!” ujar Gus Dur (hal. 225).
Sejak saat itu, dan selama setahun lebih, Gus Dur tidak pernah menyapa XZ.
“Behind the Scene” (4):
Habibie, Presiden Pintar yang Tidak Pernah Mau Kalah

Meski sekian lama menjadi bagian dari masa pemerintahan Soeharto dan
menganggap Soeharto adalah guru sekaligus bapaknya, namun gaya
kepemimpinan Habibie jauh bertolak belakang dengan orang yang dihormatinya
itu. Muladi, mantan Menteri Kehakiman di era Orde Baru menuturkan, sidang
kabinet yang dipimpin Soeharto selalu berlangsung dalam suasana mencekam.
Para menteri takut angkat tangan mengajukan diri untuk bicara. Sementara di
zaman Habibie, para menteri justru berebut mengacungkan jari. Muladi
menggambarkan, susana sidang kabinet seperti sebuah seminar: riuh, panas,
kadang gebrak-gebrak meja seperti mau kelahi.
Habibie sendiri yang merangsang suasana seperti itu karena dia memang
senang berdebat. Semakin didebat ia semakin bersemangat. Karena semua
menteri boleh bicara dan perdebatan dibuka seluas-luasnya sebelum diambil
keputusan, sidang kabinet bisa berlangsung sampai larut malam.
Habibie, menurut Tjipta dala bukunya “Dari Soekarno Sampai SBY: Intrik dan
Lobi Politik Para Penguasa”, adalah seorang extrovert. Gaya komunikasinya
penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan
risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung
bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan
kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya, salah satu
solusi untuk menurunkan tensinya. Karakteristik ini diilustrasikan dengan kisah
lepasnya Timor Timur dari Indonesia.
Semua orang terkejut, terutama Almarhum Ali Alatas yang kala itu menjabat
sebagai Menteri Luar Negeri, ketika Habibie tiba-tiba mengumumkan kepada
dunia internasional tentang pemberian opsi kepada rakyat Timor Timur: tetap
bergabung dengan Indonesia atau melepaskan diri sebagai negara merdeka.
Tjipta menganalisa, biang keladi dari keputusan besar ini adalah sepucuk surat
Perdana Menteri Astralia kala itu, John Howard, yang ditujukan pada Habibie
pada Desember 1998. Menurut penuturan Juwono Soedarsono, Habibie marah
membaca isi surat Howard yang meminta Indonesia mempertimbangkan hak
politik rakyat Timor Timur untuk menyatakan penentuan nasib sendiri.
Habibie merasa surat itu seperti tantangan sekaligus kritik terhadap pemerintah
Indonesia. “Karena Habibie mempunyai tabiat tidak mau kalah dengan siapapun
maka tantangan itupun secara spontan dijawab,” tulis Tjipta.
Dalam sidang kabinet 27 Januari 1999 kebijakan pemberian opsi ini
dipertanyakan oleh Hendropriyono yang kala itu menjabat sebagai Menteri
Transmigrasi. “Kalau plebisit kalah, bagaimana? Siapa bertanggung jawab? Ini
kan nanti akan terjadi eksodus, eksodus dari para transmigran yang sudah 25
tahun di sana. Siapa yang bertanggung jawab?” cecar Hendro seperti ditulis
dalam buku itu.
Habibie dengan sigap menjawab,”Saya bertanggung jawab.”
Fahmi Idris, Menteri Tenaga kerja, segera menimpali,”Tanggung jawab apa,
Presiden?”
Wajah Habibie tampak merah. Seorang menteri dari Ikatan Cendekiawan Muslim
Indonesia (ICMI) lantas menengahi situasi panas ini. (halaman 154)

Bagaimana dengan SBY?

Selanjutnya, bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Tjipta
menilai, SBY adalah sosok yang perfeksionis. Ia selalu tampil rapi dengan tutur
kata yang tertata. SBY pasti sadar bahwa ia seorang pria yang dikaruniai Tuhan
dengan wajah cukup ganteng. Dan, ia betul-betul memanfaatkan
ketampanannya setiap kali tampil di depan pers. Seolah kegantengannya dan
penampilannya yang dandy merupakan daya tarik tersendiri yang harus selalu
‘dijual’ kepada publik setiap kali ia tampil.
”Pakaian yang dikenakan –apakah berupa setelan jas atau batik- selalu
berkualitas No. 1 dengan warna, motif, dan ukuran mantap, mencerminkan
seleranya berbusana yang tinggi. Ketika itu ia mungkin lebih pas diberikan
predikat sebagai ‘foto model’ atau ‘aktor’ daripada seorang ‘kepala negara’,” tulis
Tjipta.
Sebagai seorang perfeksionis, lanjut Tjipta, SBY selalu berusaha berkomunikasi
dengan bahasa tubuh dan verbal yang sempurna. Namun, gaya bahasanya
seringkali high-context, cenderung berputar-putar, terutama ketika ia belum siap
dengan keputusannya.
Sayang, tidak banyak hal tersembunyi yang terungkap dalam analisis terhadap
gaya komunikasi politik SBY. Tjipta banyak menggunakan contoh dari
pemberitaan di media massa. Mungkin para pembantunya belum ada yang
berani bicara terbuka karena Bapak Presiden masih berkuasa.
(Selesai)

Belajar PHP

phpPHP singkatan dari Hypertext Preprocessor, merupakan bahasa berbentuk skrip yang di tempatkan dalam server dan di proses di server. Hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser.

Pada saat ini, PHP cukup populer sebagai peranti Pemrograman web, terutama di lingkungan linux. Walaupun demikian, PHP sebenarnya juga dapat berfungsi pada server-server yang berbasis UNIX, Windows NT, dan Macintosh. Bahkan versi untuk Windows 95/98 pun tersedia.

Skrip PHP berkedudukan sebagai tag dalam bahasa HTML. Sebagaimana diketahui, HTML (HyperTcxt Markup Language) adalah bahasa standar unutk membuat halaman-halaman Web.

Contoh kode PHP yang berada di dalam kode HTML:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Latihan Pertamaku</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

SELAMAT BELAJAR PHP <br>

<?php

printf(”Tgl. Sekarang: %s “, Date(”d F Y));

?>

</BODY>

</HTML>

Kode di atas disimpan dengan ekstensi .php

Perhatikan baris-baris berikut:

<?php

printf(”Tgl. Sekarang: %s “, Date(”d F Y));

?>

Kode inilah yang merupakan kode PHP, Kode PHP di awali dengan <?php dan di akhiri dengan ?>. Pasangan kedua kode inilah yang berfungsi sebagai tag kode PHP. Berdasarkan tag ini pula, pihak server dapat memakai kode PHP dan kemudian memprosesnya, hasilnya dikirimkan ke browser.

Hasil dari skrip di atas jika dijalankan di browser adalah:

SELAMAT BELAJAR PHP

Tgl. Sekarang: 29 January 2009

Nah sekarang Anda bisa mencoba sendiri !!!!

+++SELAMAT MENCOBA+++

INDONESIA MENUJU PERUBAHAN

INDONESIA MENUJU PERUBAHAN

peta4Indonesia baru saja meninggalkan tahun 2008, di mana tahun itu masih banyak menyisakan atau meninggalkan persoalan-persolan yang belum terselesaikan. Adanya kebijakan untuk mengganti minyak tanah dengan konversi gas yang diharapkan mampu untuk mempermudah masyarakat dalam memasak dan menghemat anggaran belanja negara yang di perkirakan mencapai 30 triliun per tahun, ternyata menyisakan persolan bagi masyarakat khususnya rakyat kecil atau “wong cilik”.

Dengan adanya kebijakan tersebut, ternyata pemerintah dengan sengaja atau tidak sengaja menyebabkan terjadinya kelangkaan terhadap minyak tanah di beberapa kota di Idonesia. Masyarakat hanya bisa panik dan mengeluh dengan terjadinya kelangkaan minyak ini, mereka tidak mengerti harus berbuat apa dan harus menyalahkan siapa atas apa yang telah terjadi. Mengingat selama berdirinya negara Indonesia minyak tanah merupakan sesuatu yang sangan dibutuhkan oleh masyarakat bahkan keberadaanya bisa dibilang sangat vital, baik untuk memasak sampai untuk urusan penerangan diwaktu gelap gulita. Ironi memang kebijakan yang sejatinya bertujuan untuk mempermudah/menolong masyarakat, sekarang malah menjadi bumerang bagi masyarakat itu sendiri. Disinilah kita sebagai masyarakat yang berfikir kritis timbul sebuah pertanyaan “Benarkah pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut untuk kepentingan rakyat atau hanya untuk kepentingan segelintir elit politik atau para pengusaha yang punya duit??”

Yang menjadi permasalahan lagi ketika pemerintah mewajibkan/mengharuskan semua masyarakat memggunakan kompor gas, disaat itu juga terjadi kelangkaan gas di berbagai kota, banyak para agen penyedia gas yang kehabisan stok bahkan agen-agen tersebut harus antri beberapa hari untuk mendapatkan gas tersebut di beberapa depo. Seharusnya sebelum pemerintah mau mengeluarkan suatu kebijakan sudah bisa membaca atau memmperkirakan hal-hal apa saja yang akan terjadi sehingga ketika kebijakan tersebut di keluarkan sudah dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi.

Permasalahan di atas adalah salah satu contoh yang terjadi di tahun 2008. Masih banyak permasalahan lain yang terjadi misalnya saja dengan adanya kenaikan harga BBM, Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Kenaikan harga bahan pokok (Sembako), dan Pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan tersebut tentunya menimbulkan kepanikan dan kegelisahan pada mayarakat khususnya bagi rakyat kecil dimana sebagian besar rakyat indonesia adalah rakyat kecil. Disini timbul sebuah pertanyaan di benak kita “Apa yang selama ini pemerintah kerjakan, Di mana pemimpin kami di saat kami membutuhkanya, Bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah ini, dan kapan semua masalah ini akan berakhir??”.

Terlepas dari permasalahan dan kontroversi di atas, semoga pemerintah selanjutnya membuat kebijakan-kebijakan yang lebih mempedulikan urusan rakyatnya dari pada urusan segelintir elit politik dan para borjuis yang terlibat dengan kebijakan tersebut. Rakyat sudah jenuh dengan keadaan yang terjadi selama ini, bukankah di negara yang menganut paham demokrasi rakyatlah yang seharusnya menentukan kebijakan bukanya kebijakan yang akan menentukan nasib rakyatnya melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di atas.

Di tahun 2009 ini timbul sebuah harapan baru yang besar, harapan untuk hidup lebih baik, hidup lebih makmur dan sejahtera. Harapan itu muncul karena di tahun ini negara kita akan mengadakan pesta tebesar bagi bagsa ini, pesta yang akan merubah wajah, cara pandang, tata cara kehidupan dan citra bangsa indonesia baik di luar maupun di dalam negeri sendiri. Perhelatan atau pesta besar itu yaitu adanya PEMILU atau pemilihan langsung. Pesta Demokrasi yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang di harapkan akan melahirkan kebijakan baru dan merevisi kebijakan yang lama dan melanjutkan kebijakan yang dulu yang telah berpihak pada masyarakat bukan elit politik ataupun masyarakat borjuis. Pemilu di tahun ini yang rencananya akan di adakan bulan april nanti di ikuti kurang lebih 34 partai politik dimana 16 parpol adalah muka lama dan 18 parpol adalah muka-muka baru. Memang dengan adanya beberapa partai politik yang mengikuti pemilu, masyarakat akan memiliki banyak pilihan dalam menentukan pemimpinya, sehingga akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkualitas yang mampu membawa perubahan kepada negara Indonesia tercinta.

Sebuah harapan besar nantinya pemimpin-pemimpin kita akan mempunyai sifat Beriman, Baik, Punya hati, Peka terhadap masyarakat, Cerdas dan Bijaksan, Jujur serta Adil.

  • Beriman

Beriman adalah salah satu syarat mutlak seseorang yang ingin menjadi pemimpin, ketika seorang pemimpin tidak mempunyai iman maka pemimpin tersebut akan memimpin dengan diktator, Semena-mena, dan menghalalkan segala caranya untuk mencapai tujuanya. Pemimpin yang seperti itu hanya bisa menyengsarakan rakyatnya dan tidak mau mempedulikan penderitaan rakyatnya.

  • Baik

Para pemimpin hendaknya bersikap baik, baik dalam sikap, perbuatan, perkataan, maupun penampilan. Sikap ini hendaknya di tujukan kepada semua lapisan masyarakat bukan hanya kepada segelintir orang yang dianggap berpengaruh atau sudah mendukung sebelum duduk menjadi pemimpin. Tapi inilah fenomena yang ada di Indonesia di mana para pemimpin lebih mengedapankan orang yang dekat atau yang di kenal. Ambil contoh sekarang banyak terdengar kabar jika dalam penyelenggaraan CPNS ternyata sudah di carter atau di pesan oleh para pemimpin yang terlibat sehingga rakyat yang seyogyanya tidak punya keluarga yang pns maka tidak akan bisa di terima menjadi pns. Sistem ini hendaknya dirubah oleh pemerintah dengan pengawasan yang ketat jika perlu orang yang ketahuan tentang masalah itu di keluarkan atau di copot dari jabatanya. Dengan adanya aturan yang ada dan tindakan yang tegas diharapkan nantinya tidak akan ada hal-hal yang terjadi seperti itu lagi.

Pemimpin juga harus baik dalam hal penampilan dan perbuatan sehingga akan terlihat pemimpin yang bijaksan dan berwibawa. Hal ini tentunya akan menjadi nilai plus tersendiri bagi pemimpin tersebut sehingga masyarakat akan lebih menghormati dan segan terhadap pemimpin tersebut. Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjadi panutan atau contoh bagi bawahanya.

  • Punya Hati

Pemimpin yang bijak adalah pemimipin yang punya hati, pemimpin yang punya hati bukan berarti pemimpin yang lemah tetapi selalu punya prinsip dan pandangan yang selalu memikirkan tentang urusan rakyatnya dari pada urusan pribadi atau golongan. Selalu mengabdikan diri untuk rakyat dan mengetahui apa yang rakyat harapkan serta membuat kebijakan-kebijakan yang selalu berorientasi untuk kepentingan rakyat bukan malah memberatkan rakyat.

  • Peka Terhadap Masyarakat

Di sini pemimpin di tuntut untuk bisa mengerti dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh rakyatnya. Dengan sering turun ke bawah atau turba sehingga pemimpin bisa langsung mendengarkan aspirasi, masukan, saran, ataupun keluh kesah rakyatnya.Di harapkan dengan adanya seperti itu nantinya dalam membuat sebuah keputusan atau kebijakan akan lebih mengena kepada rakyatnya, karena sudah atau apa yang di butuhkan dan di inginkan dari rakyatnya.

  • Cerdas dan Bijaksana

Rakyat butuh pemimpin yang cerdas dan bijaksana. Pemimpin yang mampu memecahkan permasalahan dan krisis yang melanda bangsa ini. Pemimpin yang mampu melihat peluang untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Pemimpin yang bisa mengentaskan kemiskinan dan menghapus pengangguran. Pemimpin yang lebih memperdulikan suara rakyatnya dari pada orang yang punya duit. Pemimpin yang tidak mudah dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya, tapi lebih berpegang teguh pada suara hati kecilnya. Pemimpin yang beragama dan punya toleransi yang besar, sehingga mampu mempersatukan semua masyarakat yang beragam suku, etnis, budaya, ras, warna kulit, dan golongan . Ketika pemimpin suatu bangsa cerdas dan bijaksana maka rakyatnya akan hormat dan bangsa lainpun akan merasa segan dengan bangsa kita, sehingga di dunia internasional posisi bangsa kita nantinya akan terhormat dan mendapat perhatian yang lebih dari bangsa yang lain.

  • Jujur dan Adil

Kejujuran adalah mata uang yang berharga di dunia ini, Begitulah orang bijak bilang orang yang jujur akan selalu di hargai dan dipercaya oleh orang lain Pemimpin di harapkan mampu bersikap jujur dan adil dalam menjalankan tampuk kepemimpinanya terbuka dalam membuat kebijakan dan bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan tersebut. Sehingga tidak timbul rasa saling curiga antara pemimpin dan rakyat yang dipimpinya. Adil disini berarti pemimpin mampu mngayomi rakyatnya baik dalam urusan Kemasyarakatan maupun Hukum tanpa melihat SARA (Suku, Agama, dan Ras) semua memiliki kedudukan yang sama di dalam masyarakat dan hukum.

Sekarang kita hanya bisa berdo’a dan berharap semoga di pemilu tahun ini muncul pemimpin-pemimpin yang mempunya jiwa seperti itu, sehingga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat indonesia bisa terwujud. Para calon pemimpin hendaknya mengetahui dan menyadari bahwa kami rakyat telah lelah dan bosen dengan kondisi yang demikian, sekarang kami hanya perlu bukti bukan janji-janji yang diorasikan atau digembar-gemborkan sewaktu kampanye. Kami sekarang sudah pintar memilih calon pemimpin, kami tidak bisa di beli dengan uang atau ditipu dengan janji-janji dari kalian. Kami mencari calon-calon pemimpin yang mempunyai persamaan pandangan dan tujuan yang sama dengan kami, agar hidup kami bisa merdeka. Merdeka dari Kelaparan, Keterpurukan, Kebodohan, Kebohongan, Pengangguran, Kesengsaraan dan yang lainya.

Pemimipin yang baik adalah pemimpin yang mau menerima kekalalahan dari lawanya dengan lapang dada. Ingatlah bawa kemenagan itu adalah kemenangan untuk semua rakyat Indonesia, bukan milik satu partai, agama, warna, golongan, ras atau etnis. Kemengan nanti adalah kemengan untuk satu tujuan yaitu demi tercapainya negara Indonesia yang Adil, Makmur, dan Sejahtera.

SALAM PERJUANGAN!!!

logo-politeknik-purbaya3Politeknik Purbaya merupakan kampus teknik dengan suasana industri yang sesungguhnya, sehingga lulusan tidak mengalami kesulitan penyesuaian diri ketika memasuki dunia kerja. Tahun ini Politeknik Purbaya Kabupaten Tegal membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa dan mahasiswi Baru (PMB) untuk angkatan 2009/2010. Politeknik purbaya masih membuka dua Program Studi yaitu untuk Teknik Informatika dan Teknik Mesin. Kampus yang beralamat di jalan PancaKarya no 1. Kajen Talang Tegal ini Rencananya membuka PMB mulai dari tanggal 19 Januari-14 Agustus 2009. Sebelum di Mulai PMB ini semua Dosen, Staf, dan Mahasiswa yang terlibat dalam penerimaan Mahasiswa baru berkumpul untuk menentukan/Membentuk Kepanitian PMB. Tujuan dibentuk kepanitian ini tentunya supaya semua orang yang terlibat dapat bekerja secara terorganisir dan terkontrol sehingga diharapkan nantinya mampu bekerja secara optimal dan bertanggung jawab agar tercapai tujuan yang diharapkan.
Adapun Susunan Kepanitian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Purbaya Kabupaten Tegal untuk angkatan 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut:

Ketua : Ahmad Sabiq, S.kom
Sekretaris : Sakuri
Bendahara : Kusno
Seksi Promosi :
~Ketua : Nur Aliyah Amd.
~Anggota :-A. Suseno
-Didi Suwandi
-Isna Dwi N.
-Charis M.
Seksi Layanan Kampus :
~Ketua : Fajar Dwi Saptono, S.kom
~Anggota : – Tohadi
– Mustolaah
– Sutrisno

Pada PMB kali ini di Fokuskan Kedaerah selatan dari Kampus Politeknik Purbaya, Daerah Brebes, dan Daerah Pemalang. Tetapi tetap tidak mengkesampingkan daerah Utara dari Kampus atau daerah Kota Tegal dan Sekitarnya. Menurut Ketua PMB terpilih yaitu bapak Ahmad Sabiq S.kom, disebabkan karena wilayah utara kampus atau daerah Kota tegal para calon Mahasiswa/i lebih banyak memilih kuliah di luar daerah Tegal walaupun dari segi kualitas maupun Kuantitas Politeknik Purbaya sendiri tidak beda jika di bandingkan dengan perguruan tinggi yang berada di luar daerah Tegal.

Tulisan Sebelumnya »