Februari tidak bedanya dengan bulan-bulan yang lain di tahun masehi, mungkin yang membedakan bulan februari ini memilik jumlah hari yang lebih sedikit dengan bulan yang lain. Tapi dalam jumlah hari yang sedikit itu ada satu hari dimana sebagian besar orang menungu-nunggu datangnya hari itu. Hari dimana semua orang mencurahkan semua kasih sayang, perhatian, kapada seseorang yang dicintai dan sayangi. Hari yang dikenal dengan sebutan “Valentine Day” yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari, Saat itulah semua orang akan menunjukan rasa sayang dan cintanya dengan memberikan sesuatu yang melambangkan sayang dan cinta kepadanya, bisa berupa cokelat, kado ataupun hadiah yang lain.
Sebelum kita ikut-ikutan merayakan yang namanya “Valentine Day” lebih baik kita menilik kebelakang apakah memang hari valentine merupakan budaya bangsa indonesia yang notabenya adalah negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia. Dibawah sini saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah asal mula adanya “Valentine Day”.
Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’
Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.
Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.
Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.
Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.
Setelah kita membaca sepenggal cerita diatas kita bisa memberikan kesimpulan bahwa hari valentine itu bukan kebudayaan dari bangsa indonesia tetapi dari bangsa romawi untuk menghormati seorang pendeta yang telah dianggap telah berperan besar dalam menegakan percintaan dan kasih sayang di bangsa romawi pada waktu itu.
Budaya yang di bawa dari barat ini sekarang sudah menjalar dan menjadi tradisi di bangsa Indonesia, di hari itu rakyat indonesia tidak mau kalah dengan rakyat-rakyat di belahan dunia, mereka ikut-ikutan berbagi kasih sayang dan cinta dengan memberikan sesuatu yang dianggap dapat mewakili perasaanya.
Yang lebih parah lagi kebanyakan dari orang yang merayakan hari valentine tersebut adalah mereka yang beragama islam. Padahal jelas-jelas telah dilarang oleh Allah SWT dalam firmanya di surat Al-An’am : 116, yang berbunyi: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”.
Allah juga menambahkan dalam firmanya di surat Al-Isro :36 :“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”
Firman – firman Allah SWT tersebut jelas-jelas melarang kita untuk menjalankan apa yang kita tidak tau dasar dan hukumnya, termasuk dengan merayakan hari Valentine ini. Budaya yang tidak pernah diajarkan oleh agama Islam dan bangsa Indonesia sendiri. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan kita dalam berbuat dan melangkah sehingga selalu mendapat keridhoan dari Allah SWT. amin

SAFE OUR NATION !!
selamatkan bumi nusantara dalam semua dimensi
sabdalangit’s web
Membangun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur
“jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”